Tugas Akhir

Ritus Keni Kesipat di Pura Penataran Desa Adat Penglipuran Kecamatan Bangli Kabupaten Bangli

Skripsi

Abstrak

Oleh : NI LUH EKAYANI

Email : -

Fakultas / Jurusan : Fakultas Ilmu Budaya / S1 Antropologi

Pura Penataran Desa Adat Penglipuran Kecamatan Bangli Kabupaten Bangli memiliki ritual atau Ritus yang menarik yaitu Ritus Keni Kesipat. Ritus ini dilakukan oleh warga masyarakat yang telah melanggar larangan-larangan di tempat keramat yang ada di dalam pura. Ritus Keni Kesipat merupakan Ritus permohonan maaf atau guru piduka namun memiliki keunikan, sehingga menarik untuk diteliti dengan rumusan masalah: 1. Mengapa masyarakat Desa Adat Penglipuran melakukan Ritus Keni Kesipat di Pura Penataran; dan 2. Bagaimana fungsi dan makna Ritus Keni Kesipat bagi masyarakat Desa Adat Penglipuran Penelitian ini menggunakan tiga teori yaitu: teori agama dari Emile Durkheim, teori tabu dari Douglas, dan teori fungsionalisme manifest dan laten dari Robert K. Merton. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data menggunakan metode observasi partisipasi, metode wawancara dan kepustakaan, data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif. Ritus Keni Kesipat dilakukan oleh warga masyarakat yang telah melakukan pelanggaran terhadap larangan yang ada di Pura Penataran. Larangan yang ada di pura Penataran terkait dengan tempat-tempat yang dikeramatkan dan dianggap suci. Larangan-larangan di Pura Penataran berlaku bagi perempuan yang sudah menikah untuk tidak menyentuh, duduk, atau berada dibawah cucuran atap Bale Agung, Bale Deha, palinggih Ratu Ayu Melasem dan Ratu Pingit, larangan bagi ibu hamil dan orang tua yang telah mempunyai kumpi atau buyut untuk tidak melewati Kori Agung. Ritus Keni Kesipat dipimpin oleh Jro Kubayan. Sarana yang dipergunakan ada dua yaitu pengolem dan banten penyeneng. Fungsi Ritus Keni Kesipat bagi masyarakat Penglipuran adalah 1. sebagai permohonan maaf kepada Dewa Brahma karena telah melakukan pelanggaran di tempat-tempat yang dikeramatkan, 2. Fungsi Ritus Keni Kesipat untuk menjaga kesucian pura dengan melakukan Ritus agar pura tetap suci. 3. Fungsi Ritus Keni Kesipat untuk menjaga keselamatan agar terhindar dari musibah baik secara sekala (nyata) dan niskala (tidak nyata). 4. Fungsi Ritus Keni Kesipat sebagai sarana introspeksi diri agar masyarakat tidak melakukan pelanggaran yang sama di Pura Penataran, Makna Ritus Keni Kesipat bagi masyarakat Penglipuran, 1. Makna Ritus Keni Kesipat untuk menjaga keseimbangan agar antara alam, manusia dan Tuhan terjalin keharmonisan, 2. Makna Ritus Keni Kesipat untuk menjaga sikap dan perilaku agar berhati-hati di Pura Penataran supaya tidak melakukan pelanggaran, 3. Makna Ritus Keni Kesipat sebagai bentuk menumbuhkan sikap patuh dan jujur agar masyarakat yang melakukan pelanggaran bersikap patuh dan jujur meskipun telah melakukan pelanggaran di Pura Penataran.

Kata kunci : -

Download : File 1 File 2 File 3