Berkolaborasi dengan Prodi Pendidikan PPKN Universitas Mulawarman, Prodi Antropologi Budaya FIB Unud Gelar Kuliah Umum

Prodi Antropologi Budaya FIB Unud bersama Prodi Pendidikan PPKN FKIP Universitas Mulawarman menggelar kuliah umum bertajuk “Budaya Bali dan Kalimantan Timur” pada Selasa, 29 Oktober 2024 bertempat di Auditorium Widya Sabha Mandala Prof. Dr. Ida Bagus Mantra FIB Kampus Denpasar. Kuliah umum ini menghadirkan Koordinator Prodi Antropologi Budaya Unud Alifiati, S.S., M.Si dan Guru Besar Prodi Pendidikan PPKN , Prof. Dr. Aloysius Hardoko, M.Pd sebagai pembicara dan dimoderatori oleh Dosen Antropologi Budaya, Taufik Agus Purnomo, S.Pd., M.A.

Selain Kuliah Umum, acara ini juga dimeriahkan oleh pertunjukan Tari Topeng Tua pada pembukaan dan Tari Topeng Bujuh pada penutupan. Koprodi Antropologi Budaya membuka kuliah umum dengan mengklasifikasikan budaya Bali dengan 7 unsur kebudayaan universal. Selain itu, konteks kesejarahan budaya Bali juga dipaparkan oleh Koprodi Antropologi Budaya. “Manusia Bali sudah ada sejak 3000-2500 SM, hal ini dapat dilihat dari penemuan peralatan batu di Desa Cekik dan penemuan fosil manusia purba di Jembrana,” ungkap Alifiati, S.S., M.Si.

Prof. Dr. Aloysius Hardoko, M.Pd dalam materinya menyampaikan bahwa Kalimatan Timur merupakan tempat pertamakalinya Indonesia memasuki masa sejarah. Prof. Handoko juga menyampaikan keunikan budaya yang ada di Kalimantan Timur tidak lepas dari banyaknya hutan yang ada. “ Banyaknya hutan di Kaltim menciptakan budaya yang unik, salah satunya adalah masyarakat tradisional Kaltim yang sampai saat ini masih percaya dengan keseimbangan alam,” ungkap Prof. Handoko.

Menurut Penangung Jawab Kerja Sama Prodi Antropologi Budaya, Gede Budarsa, S.Sos., M.Si. acara kuliah umum ini merupakan implementasi kerja sama antara prodi Antropologi Budaya Unud dan Prodi Pendidikan PPKN Unmul. “ Ini bukan kali pertama prodi Pendidikan PPKN Unmul mengunjungi FIB Unud, tahun lalu kami juga menerima kunjungan yang sama, kami harap kerja sama antar prodi ini bisa berkembang dengan program-program seperti joint research, student exchange dan lain-lain,” pungkas Gede Budarsa.