Himpunan Mahasiswa Program Studi Ilmu Sejarah, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Udayana Menggelar Acara Seminar Nasional Sebagai Rangkaian Event Pekan Historis

Himpunan Mahasiswa Program Studi Ilmu Sejarah, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Udayana menggelar acara seminar nasional bertajuk Transformasi Kesenian dari Galeri Fisik ke Platform Digital: Adaptasi Sejarah pada Era Modern. Acara digelar pada hari Rabu 30 Oktober 2024, di Auditorium Widya Sabha Mandala Prof. Dr. Ida Bagus Mantra.


Seminar tersebut merupakan pembukaan sekaligus rangkaian event Pekan Historis, yang menjadi agenda tahunan Keluarga Mahasiswa Sejarah (KEMAS), demikian yang disampaikan oleh Athoillah Jibral Ghani, selaku ketua himaprodi. Acara dibuka secara resmi oleh ketua program studi Ilmu Sejarah, Anak Agung Inten Asmariati, S.S.,M.Si. “saya mengapresiasi acara seminar dan pekan historis ini, dengan harapan acara ini menjadi ajang bagi mahasiswa prodi Ilmu Sejarah untuk belajar mengorganisir sebuah event.” Lebih lanjut, dalam sambutannya ketua program studi Ilmu Sejarah Universitas Udayana menyematkan harapannya agar ini benar benar bermanfaat bagi masyarakat luas.


Acara dibuka dengan pemukulan gong, dilanjutkan kemudian dengan seminar yang menghadirkan dua orang narasumber. Narasumber pertama adalah I Kadek Surya Jayadi,S.S.,M.A., yang juga merupakan dosen program studi Ilmu Sejarah FIB Universitas Udayana. Dalam materi yang disampaikannya, pembicara pertama menekankan pada khazanah historiografi tradisi yang sangat sarat dengan nilai-nilai keindahan. “Historiografi tradisi kita sesungguhnya sangat kental akan ekpresi kultural. Dia tidak saja menekankan pada aspek kebenaran, tidak saja menjunjung pada etika, namun juga keindahan. Jadi seni-estetika dalam historiografi merupakan keniscayaan. Perlu pembacaan ulang terkait keterkaitan seni dan sejarah, yang sesungguhnya potensial dalam pengembangan penulisan sejarah Indonesia”


Sementara itu, pembicara kedua yang dihadirkan dalam seminar tersebut adalah I Ketut Alit Sumerta, S.S., dari Dinas Kebudayaan Kota Denpasar. Pembicara kedua memaparkan materi terkait dengan estetika bangunan cagar budaya dengan segenap seluk beluk pelestariannya.


Seminar tersebut juga dihadiri oleh siswa-siswi dari sejumlah SMA di Kota Denpasar. Materi yang disampaikan dalam seminar tersebut cukup memantik perhatian mereka. “Sejarah kita ternyata kaya dengan sumber yang tidak saja menyimpan informasi yang penting, juga memiliki keragaman bentuk yang indah. Kita sebagai generasi penerus wajib melestarikannya” demikian ungkap Komang Bayu Astika Sanjaya, salah satu peserta seminar dari SMAN 9 Denpasar.


Turut hadir pula dalam seminar tersebut sejarawan senior Prof. Dr. Anak Agung Bagus Wirawan, S.U., juga sejumlah dosen program studi Ilmu Sejarah yang lain. Dalam kesempatan tersebut, Anak Agung Bagus Wirawan turut memberikan pandangannya terkait sejarah seni sebagai historiografi. Menurutnya betapapun kayanya ragam seni Indonesia, sejarawan dalam menggunakannya sebagai sumber sejarah mesti tetap menjaga pakem-pakem sejarah, baik dari segi tematis, kronologi, dst. Prinsip-prinsip sejarah yang positivistik juga tidak boleh serta merta ditinggalkan, justru disempurnakan-saling menyempurnakan dengan adanya alternatif-alternatif sumber.



“Kehadiran Prof. Wirawan dan sejumlah dosen prodi Ilmu Sejarah merupakan bentuk support kepada kami atas acara seminar ini. Semoga bermanfaat, dan event-event lainnya dalam Pekan Historis juga bisa berjalan sesuai dengan yang telah direncakan”, demikian ungkap Ratih Kumala Sari sebagai ketua panitia dalam seminar ini.