Dekan FIB Unud Dr. Made Sri Satyawati, M.Hum. (tengah) dan pembicara utama Kabadan Bahasa Prof. Endang Aminudin, Ph.D. (tengah kanan) beserta panitia dan undangan lainnya saat acara pembukaan.


Program Studi Magister dan Doktor Linguistik Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana menyelenggarakan Seminar Nasional Bahasa Ibu (SNBI) XIII dengan tema “Bahasa Ibu di Masa Pandemi”, Jumat 19 Februari 2021.

 

Kegiatan ini dilaksanakan secara secara offlline yang terpusat di aula Widya Sabha Mandala kampus setempat dan secara online melalui aplikasi webex. Kegiatan ini juga dapat disaksikan di youtube pada link berikut https://youtu.be/2fZ3DyCiOyw

 



Sebagai pembicara kunci pada seminar kali ini adalah Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Prof. H. Endang Aminudin Aziz, M.A., Ph.D. Pemakalah undangan adalah Prof. Dr. I Dewa Putu Wijana, S.U, M.A (Universitas Gadjah Mada) dan I Nyoman Arya Wibawa, M.A., Ph.D (Universitas Udayana).


Dari kanan ke kiri: Wakil Rektor IV Unud, Prof. Dr. Ida Bagus Wyasa Putra, Kabadan Bahasa Prof. E. Aminudin Azis, Ph.D.,M.A., Dekan FIB Unud Dr. Sri Satyawati, M.Hum., dan Kepala balai Bahasa Provinsi Bali M. Toha Machsum,S.Ag.,M.Ag.

 

Sebanyak 127 Pemakalah

Ketua Panitia, Silvia Damayanti, M.Hum. dalam laporannya menyatakan bahwa seminar ini diikuti oleh 127 pemakalah yang membawakan 93 makalah dan 3 peserta yang berasal dari 20 Universitas dalam dan luar negeri dan satu pemakalah berasal dari Nanzan University, Jepang.



 

Seminar Nasional Bahasa Ibu ini diselenggarakan setiap bulan Februari karena bulan Februari merupakan Bulan Bahasa Ibu.

 

“Tujuan utama penyelengaraan seminar yang pada tahun ini mengambil tema “Bahasa Ibu di Masa Pandemi” adalah untuk melestarikan dan menggali potensi Bahasa Ibu yang ada di Indonesia.

 

Upaya Revitalisasi dan Memertahankan Bahasa Ibu


Dekan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana Dr. Made Sri Satyawati, M.Hum menyampaikan bahwa seminar Nasional Bahasa Ibu ini sangat baik untuk mengingatkan upaya revitalisasi dan mempertahankan eksistensi bahasa ibu, sehingga pemertahanan dan pemartabatan bahasa Indonesia dan bahasa lokal tetap terjaga dengan baik, kajian dokumentasi bahasa dan budaya juga dapat dikerjakan secara lebih professional.

 

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerjasama & Informasi Prof. Dr. Ida Bagus Wyasa Putra,S.H., M.H. mewakili Rektor Unud dalam kesempatan tersebut memberikan apresiasi kepada Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana yang telah mengambil inisiatif penting dan strategis dengan cara memberikan respon cepat terhadap perubahan besar, terutama perhatian terhadap bidang yang terlepas dari perhatian masyarakat umum yaitu Bahasa Ibu yang merupakan komponen vital dalam kehidupan. Pimpinan Universitas sangat berharap seminar ini akan menjawab dan mengartikulasikan berbagai perubahan bahasa yang berkembang selama pandemi.

 

Pelindungan dan Pembinaan Bahasa dan Sastra Daerah


Pembicara kunci, Prof. H. Endang Aminudin Aziz, M.A., Ph.D. membawakan materi yang berjudul “Kebijakan Pelindungan dan Pembinaan Bahasa dan Sastra Daerah”. Presentasi Kabadan dipandu langsung oleh Dekan FIB Unud, Dr. Sri Satyawati.



 

Dalam presentasinya, Prof. Endang Aminudin menyampaikan bahwa penelitian untuk pemetaan bahasa di Indonesia yang dilaksanakan Badan Pengembangan Bahasa dan Perbukuan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dilakukan sejak 1991 hingga 2019. Bahasa daerah (tidak termasuk dialek dan sub dialek ) di Indonesia yang telah diidentifikasi dan divalidasi sebanyak 718 bahasa dari 2.560 daerah pengamatan.

 

Menurut Prof. Endang tantangan dan program utama pelindungan bahasa dan sastra, antara lain sikap bahasa penutur jati, migrasi dan mobilitas, kawin silang/campur antaretnis, dan globalisasi yang mungkin bergerak mengarah ke monolingualisasi.

 

“Strategi Baru Program Pelindungan Bahasa dan Sastra Daerah ide dasarnya adalah melindungi melalui pengembangan dengan strategi konservasi dan revitalisasi sebagai fokus utama, pelibatan setiap elemen pemangku kepentingan, gerakan menulis karya dalam bahasa daerah untuk menjadi sumber penerjemahan bahan pengayaan literasi, pengutamaan media digital dan fleksibel sesuai kondisi daerah,” jelas Kepala Badan.

 

Pemakalah undangan Prof. Dr. I Dewa Putu Wijana, S.U, M.A (Universitas Gadjah Mada) membawakan materi yang berjudul “Lexeme ini Javanese: a Semantic Appproach dan I Nyoman Arya Wibawa, M.A., Ph.D (Universitas Udayana) membawakan mteri yang berjudul “Non-locative Relation ini Balinese: what does it tell us? Presentasi pemakalah undangan dipandu oleh moderator Dr. Ni Ketut Widiarchani Matradewi, M.Hum.

 

Sidang-sidang untuk presentasi makalah peserta berlangsung lancar secara daring. Keseluruhan acara berlangsung lancar dan sukses (dm).