Kuliah Umum “Tipologi Konstruksi Pasif Analitik di Bahasa-Bahasa Asia Tenggara: Suatu Kajian Awal” dengan Associate Prof. Hiroki Nomoto dari Tokyo University of Foreign Studies

Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana kembali menghadirkan forum akademik internasional melalui kegiatan Kuliah Umum yang diselenggarakan pada tanggal 12 Februari 2026. Acara dibuka oleh Dekan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana, Prof. I Nyoman Aryawibawa, S.S., M.A., Ph.D. sedangkan Moderator dalam kegiatan tersebut yaitu Gede Primahadi Wijaya Rajeg Ph.D. Pelaksanaan kuliah umum dilakukan secara daring melalui aplikasi Zoom dan dihadiri oleh Ketua UP2M Fakultas Ilmu Budaya yaitu Dr. Ngurah Indra Pradhana, S.S., M.Hum., para mahasiswa dan dosen di lingkungan Fakultas Ilmu Budaya.


Dalam kesempatan tersebut, Associate Prof. Hiroki Nomoto dari Tokyo University of Foreign Studies membawakan materi berjudul “Tipologi Konstruksi Pasif Analitik di Bahasa-Bahasa Asia Tenggara: Suatu Kajian Awal”. Kuliah tamu ini mengupas secara mendalam perbedaan antara pasif sintesis dan pasif analitik, serta menawarkan perspektif teoritis mengenai definisi dan klasifikasi konstruksi pasif. Kegiatan ini menjadi wadah diskusi ilmiah yang memperkaya kajian linguistik, khususnya dalam bidang sintaksis dan tipologi bahasa di kawasan Asia Tenggara. Pada paparannya, Associate Prof. Hiroki Nomoto menjelaskan bahwa tidak ada satu definisi pasif yang berlaku secara universal, melainkan terdapat fitur morfosintaksis tertentu yang mencirikan konstruksi pasif. Ia menekankan pentingnya melihat pasif dari sudut argumen dalam (internal argument), terutama untuk bahasa-bahasa di Nusantara yang memiliki karakteristik diatesis berbeda dengan bahasa-bahasa Eropa. Melalui pendekatan teoritis struktur frasa verba berlapis tiga, Nomoto memaparkan peran voice maker dan voice marker dalam membentuk konstruksi aktif dan pasif. Penjelasan ini memperlihatkan bagaimana analisis sintaksis modern dapat menjembatani perbedaan struktur bahasa Melayu, Indonesia, Bali, hingga bahasa-bahasa lain di Asia Tenggara.


Lebih lanjut, penelitian ini mengklasifikasikan pasif analitik berdasarkan tiga ciri utama, yakni kategori sintaksis Aux, kemandirian morfologis, dan makna modalitas Aux. Berbagai contoh bahasa seperti Bahasa Melayu Standar (kena), Bahasa Vietnam (bị), Melayu Patani (kenor), hingga bahasa-bahasa di Sarawak dipaparkan untuk menunjukkan variasi tipologis konstruksi pasif analitik. Melalui pemetaan tipologi ini, penelitian tentang konstruksi pasif analitik di Asia Tenggara diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap pengembangan teori sintaksis dan studi perbandingan bahasa. Kegiatan Kuliah Umum ini sekaligus menegaskan komitmen Universitas Udayana dalam mendorong kolaborasi riset internasional dan penguatan kajian Linguistik di tingkat global.