Humaniora Digital

Selamat datang di DUMILAH
The Digital Humanities Landscape at the Faculty of Humanities, Udayana University
Kadi bahni ring pahoman, dumilah mangde sukanikang rat
‘Laksana api di tempat persajian menyala dan membawa kebahagiaan dunia’
‘As a flame at the altar, burning and radiating happiness to the world.’
(Kata-kata wasiat pendirian Fakultas Ilmu Budaya; dari bait kakawin Ramayana dalam bahasa Jawa Kuna)
Gambaran Umum | FIB DigiTalk | Penelitian
Gambaran Umum
Kajian Ilmiah Digital dan Humaniora Digital
Kajian Ilmiah Digital (Digital Scholarship) merupakan suatu transformasi ilmiah yang bersifat lintas-disiplin, di mana proses menghasilkan, mengkomunikasikan, dan melestarikan pengetahuan dalam berbagai bidang keilmuan ditingkatkan melalui pemanfaatan bukti digital, metode dan perangkat digital maupun komputasional, serta platform digital sebagai sarana diseminasi ilmiah. Humaniora Digital (Digital Humanities) merupakan manifestasi dari transformasi tersebut melalui integrasi (i) metode serta perangkat komputasional dan digital dengan (ii) pendekatan, sumber, dan tradisi kajian Humaniora. Integrasi antara komputasi/metode digital dan Humaniora dapat dipahami melalui dua perspektif utama ( Warwick et al. 2012: xiv-xv ):
- penggunaan metode digital dan komputasional dalam penelitian Humaniora
- penerapan perspektif Humaniora dalam mengkaji fenomena maupun objek digital
Tentang DUMILAH
Fakultas Ilmu Budaya (FIB), Universitas Udayana merespons perkembangan transformasi digital dalam bidang Humaniora melalui pembentukan DUMILAH (Digital Humanities Landscape at the Faculty of Humanities). Nama DUMILAH secara konseptual diambil dari kata bahasa Jawa Kuna, dumilah , yang bermakna ‘menyala’ atau ‘bercahaya’ (berasal dari kata benda dilah ‘api’). Penamaan ini mencerminkan salah satu kata-kata wasiat pendirian Fakultas Ilmu Budaya, yang diajukan oleh Prof. Dr. Prijono (dan dikutip dari Kakawin Ramayana).
Kadi bahni ring pahoman, dumilah mangde sukanikang rat
Sebagai komunitas praktisi Humaniora Digital, DUMILAH memiliki misi untuk
- menampilkan keberagaman karya ilmiah Digital dari berbagai Program Studi di Fakultas Ilmu Budaya melalui repositori Zenodo sebagai wadah publikasi ilmiah akses terbuka
- berkontribusi terhadap pengembangan keilmuan Humaniora di Indonesia dan tingkat global melalui penerapan serta pengajaran perangkat dan pendekatan digital pada berbagai jenjang pendidikan di Fakultas Ilmu Budaya
- mendorong penguatan ke-interdisipliner-an melalui kolaborasi lintas program studi dan lintas-institusi, baik dalam bidang Humaniora maupun lintas disiplin, di tingkat nasional dan internasional
DUMILAH berkomitmen untuk menjadi garda depan pengembangan Humaniora Digital di Bali dan Indonesia.
FIB DigiTalk: Cikal Bakal DUMILAH
Sebelum pembentukan resmi DUMILAH, inisiatif Humaniora Digital di Fakultas Ilmu Budaya diawali melalui rangkaian kuliah dan diskusi daring bertajuk FIB DigiTalk. Kegiatan ini diselenggarakan bekerja sama dengan kelompok Humaniora Digital pada Centre for Interdisciplinary Research on the Humanities and Social Sciences (CIRHSS) .
Topik yang dibahas mencakup pengenalan metode dan perangkat digital (Ogilvie 2025) hingga penerapannya dalam antropologi (Purnomo 2026), arkeologi (Kristiawan 2025), kajian budaya (Vickers 2025), sejarah (Ningtyas 2025), ilmu bahasa (Rajeg 2025; Hames & Musgrave 2025), studi media (Tapsell 2025), pengarsipan digital pura di Bali (Satriadi 2025), pelestarian manuskrip Bali (Carma Citrawati 2025), serta digitalisasi aksara Bali (Pramartha 2025).
Penelitian
DUMILAH memanfaatkan Zenodo sebagai registri akses terbuka untuk mendokumentasikan dan menampilkan karya-karya Humaniora Digital yang dihasilkan oleh dosen Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana beserta para mitra kolaborasinya.





UNIVERSITAS UDAYANA