Sejarah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana
Sejarah
Fakultas Ilmu Budaya
"Jejak Langkah dan Warisan Budaya Sejak 1958"
Fakultas Ilmu Budaya berdiri atas prakarsa Yayasan Fakultas-Fakultas Nusa Tenggara, yang diketuai oleh Letkol Minggoe dan Wakil Ketua I, Gubernur Sunda Kecil, Teuku Mochamad Daoedsjah. Yayasan ini bekerja sama dengan orang-orang yang memiliki keahlian dalam bidang sastra, seperti Dr. Roelof Goris, Dr. Ida Bagus Mantra, dan I Gusti Ketut Ranuh. Orang-orang tersebut, selain mempersiapkan segala hal yang berkenaan dengan segi fisik, juga mempersiapkan orang-orang yang akan direkrut sebagai tenaga pengajar (dosen). Tenaga pengajar diutamakan bergelar doktor. Orang-orang yang beruasil dihubungi antara lain adalah
Setelah segala persiapan rampung, maka pada tanggal 29 September 1958 berdirilah Fakultas Sastra Udayana.
Dari 29 September 1958 hingga 31 Desember 1958, Fakultas Sastra Udayana diasuh oleh Yayasan Fakultas-Fakultas Nusa Tenggara. Namun, pada 1 Januari 1959, resmi menjadi bagian dari Universitas Airlangga hingga 17 Agustus 1962, berdasarkan SK Menteri Perguruan Tinggi dan Ilmu Pengetahuan No. 104 Tahun 1962 tanggal 9 Agustus 1962 tentang Pendirian Universitas Negeri di Denpasar. Isi keputusan pasal pertama ialah terhitung mulai tanggal 17 Agustus 1962 membuka/mendirikan universitas negeri di Denpasar, dan pasal kedua memisahkan Fakultas Sastra dan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan dari Universitas Airlangga dan memasukannya ke dalam lingkungan Universitas Negeri tersebut dalam pasal pertama. Keputusan Menteri ini kemudian diperkuat dengan Keputusan Presiden (Keppres) No. 18 Tahun 1963 tanggal 31 Januari 1963 yang mengesahkan pendirian Universitas Udayana di Denpasar yang pada saat itu terdiri dari Fakultas Sastra, Fakultas Kedokteran, Fakultas Kedokteran Hewan dan Peternakan, dan Fakultas Ilmu Keguruan dan Pendidikan cabang Singaraja (yang kelak berdiri menjadi Universitas Pendidikan Ganesha).
Kemudian, berdasarkan Surat Keputusan (SK) Rektor No. 62A/UN14/HK/2013, nama Fakultas Sastra diubah menjadi Fakultas Sastra dan Budaya (FSB). Berdasarkan Peraturan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia No. 30 Tahun 2016 tanggal 22 April 2016, dan diperkuat dengan SK Rektor No. 309/UN14/HK/2016, maka nama Fakultas Sastra dan Budaya (FSB) resmi berubah menjadi Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Udayana.
GALERI ARSIP SEJARAH
Linimasa Institusi
-
29 Sept - 31 Des 1958
Masa Awal: Fakultas Sastra Udayana resmi berdiri dan diasuh oleh Yayasan Fakultas-Fakultas Nusa Tenggara.
-
1 Januari 1959
Secara resmi menjadi bagian dari Universitas Airlangga.
-
17 Agustus 1962
Kemandirian Institusi: Berdasarkan SK Menteri PTIP No. 104 Tahun 1962, Fakultas Sastra dipisahkan dari Unair untuk membentuk Universitas Negeri di Denpasar.
-
31 Januari 1963
Pengesahan Presiden: Keppres No. 18 Tahun 1963 mengesahkan Universitas Udayana yang saat itu terdiri dari Fakultas Sastra, Kedokteran, Kedokteran Hewan, dan FKIP (Cabang Singaraja).
-
Tahun 2013
Berdasarkan SK Rektor No. 62A/UN14/HK/2013, nama Fakultas Sastra diubah menjadi Fakultas Sastra dan Budaya (FSB).
-
22 April 2016
Transformasi Final: Melalui Permenristekdikti No. 30 Tahun 2016, nama resmi berubah menjadi Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Udayana.
Filosofi & Jati Diri
Arsitektur lobi FIB yang menampilkan Pemutaran Mandara Giri melambangkan semangat kesinambungan masa lalu menuju masa depan yang gemilang.



UNIVERSITAS UDAYANA