Pencapaian I Gusti Bagus Ryan Pradnyana sebagai Juara 3 Lomba Pidato Bahasa Jepang Sakura Cup ke-7
Lomba Pidato Bahasa Jepang Sakura Cup ke-7 diselenggarakan oleh Bali Japan Club dan bertempat di Kuta, Bali. Lomba tingkat nasional ini diikuti oleh 37 peserta dari berbagai daerah. Setelah melalui proses seleksi yang ketat, 10 peserta terpilih berkesempatan untuk mengikuti babak pidato secara luring (offline) yang dilaksanakan pada 8 Februari 2026. Dalam lomba tersebut, I Gusti Bagus Ryan Pradnyana membawakan pidato dengan tema 「先生から教えた勇気」(Keberanian yang Diajarkan oleh Sensei). Tema ini dipilih sebagai bentuk penghargaan dan refleksi atas peran seorang sensei yang telah membimbing Bagus sejak awal mempelajari bahasa Jepang semasa SMA. Melalui pidato ini, Bagus menyampaikan pengalaman pribadi yang bersifat emosional mengenai proses belajar bahasa Jepang serta nilai keberanian yang diperolehnya selama perjalanan tersebut.
Proses persiapan yang dilakukan Bagus tidaklah mudah. Ia harus menghafal naskah pidato, memperbaiki pelafalan dan intonasi, melatih ekspresi, serta meningkatkan kemampuan penguasaan panggung agar dapat tampil dengan percaya diri. Dengan bimbingan dari dosen, dukungan teman, serta keluarga, Bagus berhasil menyusun dan menyempurnakan naskah pidato hingga dapat lolos seleksi dan tampil pada babak final lomba.Pelaksanaan Lomba Pidato Bahasa Jepang Sakura Cup ke-7 berlangsung selama kurang lebih lima jam, dimulai dari tahap registrasi peserta, sambutan pembuka, acara tambahan, hingga pelaksanaan lomba pidato. Dalam kategori mahasiswa/umum, setiap peserta diwajibkan menyampaikan pidato dengan durasi 5–7 menit. Penilaian lomba mencakup beberapa aspek, yaitu isi dan tema naskah (30%), kemampuan bahasa Jepang (20%), ekspresi (20%), serta sesi tanya jawab (30%). Melalui persaingan yang ketat, Bagus berhasil meraih Juara III dalam Lomba Pidato Bahasa Jepang Sakura Cup ke-7.
Pencapaian ini tidak hanya dimaknai sebagai hasil perlombaan semata, tetapi juga sebagai proses pembelajaran dan pengembangan diri. Melalui keikutsertaannya dalam lomba ini, Bagus merasakan peningkatan kemampuan berbicara di depan umum dalam bahasa Jepang serta pemahaman yang lebih baik mengenai kepercayaan diri terhadap kemampuan yang dimilikinya. Ke depannya, Bagus berharap pengalaman ini dapat menjadi motivasi untuk terus berani mencoba, mengembangkan diri, dan menghadapi tantangan baru dalam bidang akademik maupun nonakademik.
Re-nihong nihongo.unud.ac.id



UNIVERSITAS UDAYANA