Program Studi Sastra Bali Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana Gelar “Festival Kamus Digital”

Kamis, 26 Februari 2026, Program Studi Sastra Bali, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Udayana telah melaksanakan acara “Festival Kamus Digital" di Ruang Ir. Soekarno, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Udayana. Acara tersebut dilaksanakan dalam rangka menyambut Bulan Bahasa Bali tahun 2026 di bulan Februari ini.

Festival Kamus Digital ini dilaksanakan dengan kegiatan penyalinan kamus Bahasa Bali ke dalam bentuk digital, lengkap beserta aksara Balinya dan memanfaatkan aplikasi Bali Simbar Dwijendra sebagai sarana. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh mahasiswa aktif program studi Sastra Bali dari angkatan 2022 hingga angkatan 2025, dipandu juga oleh para dosen Sastra Bali, Bapak Koordinator Program Studi Sastra Bali, Pembina Himpunan Program Studi Sastra Bali turut memeriahkan dan mendukung kegiatan ini.

Drs. I Gde Nala Antara, M. Hum menjelaskan bahwa penyalinan kamus digital ini bukan sekadar penyusunan kosakata, melainkan penerapan langsung ilmu mahasiswa Prodi Sastra Bali, mulai dari fonologi hingga semantik. “Ini sekaligus penerapan dan pengaplikasian ilmu yang mahasiswa dapatkan selama kuliah di Sastra Bali.” Kamus Bahasa Bali ini juga disusun ulang dengan penyempurnaan ejaan 2023 dan penambahan kosakata baru yang akan dikembangkan menjadi versi digital.

Drs. I Ketut Ngurah Sulibra, M. Hum selaku Koordinator Program Studi Sastra Bali menyampaikan bahwa mahasiswa Prodi Sastra Bali merupakan cikal bakal pelestarian Bahasa dan Aksara Bali, sehingga keterlibatan mereka dalam penyusunan kamus digital menjadi bentuk kontribusi nyata agar mudah dipelajari oleh generasi berikutnya. “Jadi kamus Bahasa Bali itu akan berisi kata, aksaranya, maknanya dalam huruf latin, serta kata turunannya,” jelasnya. Penyusunan ini juga terintegrasi dengan mata kuliah seperti fonologi, morfologi, dan semantik, dan masing-masing mahasiswa akan mengerjakan sekitar 22 halaman.

Acara ini bukanlah sebatas kegiatan akademik saja, juga sebagai wahana kita sebagai anak muda Bali untuk melestarikan bahasa dan aksara Bali di era digital seperti saat ini. Melalui Festival Kamus Digital ini, harapannya anak-anak muda dapat memanfaatkan perkembangan teknologi yang ada sebagai sarana untuk menjaga dan melestarikan eksistensi warisan budaya Bali seperti: bahasa, aksara, dan sastra Bali. Tak hanya itu, acara ini juga bertujuan untuk memeriahkan Bulan Bahasa Bali tahun 2026 ini.