Fakultas Ilmu Budaya Unud Melaksanakan Pengabdian Kepada Masyarakat di SMA N 1 Melaya: Dorong Minat Lanjut Studi ke Perguruan Tinggi

Melaya, 24 April 2026 — Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat di SMA Negeri 1 Melaya. Kegiatan ini disambut hangat oleh pihak sekolah dan diikuti oleh siswa kelas XI dengan antusiasme tinggi. Kedatangan rombongan dosen dan pegawai FIB Unud diterima langsung oleh Kepala SMA N 1 Melaya, I Ketut Widia, S.Pd., M.Pd. Dalam sambutannya, ia menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas kunjungan untuk melaksanakan pengabdian kepada Masyarakat di SMA N 1 Melaya. Ia berharap materi yang diberikan dapat memberikan wawasan baru serta memotivasi siswa untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi. “Kami sangat berterima kasih atas kehadiran para dosen dan pegawai. Semoga kegiatan ini memberi manfaat nyata bagi siswa, serta mendorong semakin banyak lulusan SMA N 1 Melaya yang melanjutkan studi ke perguruan tinggi,” ujarnya.


Koordinator Unit Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (UP2M) Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana, Dr. Ngurah Indra Pradhana, S.S., M.Hum. menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata peran dosen dalam berbagi ilmu pengetahuan kepada masyarakat. Ia berharap kegiatan semacam ini dapat terus berlanjut dan memberikan dampak positif, khususnya bagi generasi muda. Selain itu, ia juga menekankan pentingnya sinergi antara perguruan tinggi dan sekolah menengah dalam membangun ekosistem pendidikan yang berkelanjutan. Menurutnya, kolaborasi seperti ini dapat menjadi jembatan bagi siswa untuk lebih mengenal dunia akademik sejak dini.


Kegiatan ini menghadirkan beragam materi menarik dari berbagai program studi di lingkungan FIB Unud. Program Studi Jawa Kuno memperkenalkan konsep kepemimpinan melalui “Leadership Hack: Rahasia Kepemimpinan ala Sastra Jawa Kuno”. Program Studi Sastra Jepang mengajak siswa mengenal dasar-dasar budaya Jepang, sementara Program Studi Antropologi membahas tentang pengenalan kebudayaan secara umum. Selain itu, Program Studi Arkeologi memaparkan perkembangan dunia arkeologi melalui tema “Arkeologi Kini dan Nanti”. Program Studi Sejarah menghadirkan materi “Dari Kakao ke Sejarah” yang mengaitkan komoditas lokal dengan kajian sejarah. Dari sisi bahasa, Program Studi Sastra Inggris memberikan pembelajaran interaktif mengenai penggunaan past tense dan past perfect tense melalui tema “Which happened first?”. Materi yang disampaikan dirancang secara aplikatif agar mudah dipahami oleh siswa dari berbagai latar belakang. Para pemateri juga menggunakan metode interaktif seperti diskusi dan kuis untuk meningkatkan keterlibatan peserta.


Program Studi Sastra Indonesia turut membekali siswa dengan kemampuan literasi kritis melalui modul “Detektif Berita (Fakta vs Opini)”, sedangkan Program Studi Sastra Bali memperkenalkan nilai budaya lokal melalui materi “Tembang dalam Masyarakat Bali”. Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang berbagi ilmu, tetapi juga membuka wawasan siswa mengenai berbagai bidang keilmuan yang dapat mereka tekuni di perguruan tinggi. Dengan pendekatan yang interaktif dan kontekstual, siswa terlihat aktif berpartisipasi selama sesi berlangsung. Antusiasme peserta terlihat dari banyaknya pertanyaan yang diajukan selama sesi diskusi berlangsung. Hal ini menunjukkan tingginya minat siswa dalam menggali pengetahuan baru yang relevan dengan kehidupan mereka.


Melalui kegiatan ini, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana berharap dapat terus berkontribusi dalam meningkatkan kualitas pendidikan serta membangun semangat belajar generasi muda, khususnya di wilayah Bali Barat. Ke depan, kegiatan serupa direncanakan akan menjangkau lebih banyak sekolah di berbagai daerah. Upaya ini diharapkan mampu memperluas akses informasi pendidikan tinggi bagi siswa.