Unit Pengembangan Pembelajaran dan Penjaminan Mutu (UP3M) Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Udayana menyelenggarakan lokakarya yang bertajuk “Penyusunan Modul Project-Based Learning dan Case Method”, Senin, 5 Juli 2021 secara daring melalui aplikasi webex.

 

Kegiatan ini diikuti sekitar 65 peserta yang terdiri dari Guru Besar, Koprodi, UP3M, TPPMP, dan dosen di lingkungan FIB Universitas Udayana.



Dekan FIB Unud, Dr. Made Sri Satyawati, M.Hum.

 

Dekan FIB Unud, Dr. Made Sri Satyawati, M.Hum. mengungkapkan bahwa penguasaan dosen terhadap penerapan project-based learning dan case method dalam pembuatan modul pembelajaran perlu ditingkatkan.

 

Penerapan project-based learning dan case method di Fakultas Ilmu Budaya untuk mendukung kebijakan bahwa setiap institusi diharapkan untuk melakukan transformasi pendidikan tinggi yang sejalan dan harmonis dengan 8 (delapan) IKU sesuai dengan Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia.



Project-based learning dan case method merupakan salah satu kriteria metode pembelajaran dalam mendukung kelas yang kolaboratif dan partisipatif,” jelas Dekan FIB Unud.


Tujuan Lokakarya


Ketua Unit Pengembangan Pembelajaran dan Penjaminan Mutu (UP3M) sekaligus ketua panitia pada kegiatan ini, Ni Luh Putu Ari Sulatri, S.S.,M.Si. mengungkapkan bahwa tujuan dari lokakarya penyusunan modul ini adalah untuk meningkatkan implementasi project based learning dalam pembelajaran.


“Selain itu untuk mendukung tercapai standar fakultas ilmu budaya, khususnya standar proses pembelajaran,” ujar Putu Ari Sulatri.  



 

Nara sumber pada workshop kali ini adalah “Prof. Dr. I Wayan Santyasa, M.Si.” dari Universitas Pendidikan Ganesha, Singaraja dan dimoderatori oleh Fransiska Dewi Setiowati Sunaryo, S.S.,M.Hum.



Moderator Fransiska Dewi Setiowati Sunaryo, S.S.,M.Hum.

 

Prof. Santyasa menjelaskan Model Rancangan Pembelajaran hendaknya memperlihatkan tiga komponen utama, yaitu 1) kondisi pembelajaran, 2) metode pembelajaran, dan 3) hasil pembelajaran.

 

Tujuan pembelajaran Project-Based Learning dan Case Method pada dasarnya agar mahasiswa terbiasa menghadapi berbagai macam kasus yang berkaitan dengan konsep dan teori yang diajarkan, meningkatkan kolaborasi, sekaligus meningkatkan kemampuan berpikir, kemampuan berkomunikasi, kemampuan meneliti dan kemampuan bertindak sehingga prestasi, tujuan, dan hasil akhir yang diharapkan dapat tercapai.

 

“Proses pembelajaran secara efektif dapat mengubah misconception mahasiswa menuju konsep ilmiah, sehingga pada gilirannya hasil belajar mereka dapat ditingkatkan seoptimal mungkin baik dari segi kualitas maupun kuantitasnya,” jelasnya.

 

Dalam mengembangkan sebuah modul mata kuliah diperlukan prosedur tertentu yang sesuai dengan sasaran yang ingin dicapai, struktur isi pembelajaran yang jelas, dan memenuhi kriteria yang berlaku bagi pengembangan pembelajaran (dm).