Suasana pembukaan pengabdian kepada masyarakat dan sosialisasi prodi di lingkungan FIB Unud di SMAN I Semarapura, Sabtu, 9 Februari 2019. Tampak Dekan FIB Prof. Dr. Ni Luh Sutjiati Beratha,M.A. (tengah) dan Plt Kepala Sekolah SMAN 1 Semarapura I Putu Suardi, S.Pd.,M.Pd. (kedua dari kiri).



Civitas akademika Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Udayana melakukan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM), Sabtu 9 Februari 2019 bertempat di SMAN I Semarapura. Rombongan FIB Unud disambut hangat Plt. Kepala Sekolah SMAN I Semarapura, I Putu Suardi, S.Pd.,M.Pd. beserta para guru dan siswa setempat.

 

Kegiatan pengabdian ini diikuti 150 orang warga FIB Unud yang dipimpin langsung oleh Dekan FIB Prof. Dr. Ni Luh Sutjiati Beratha,M.A. dan wakil dekan lainnya. Hadir juga Ketua Senat FIB Unud Prof. Dr. I Nengah Sudipa, M.A.

 

Para siswa yang mengikuti program pengabdian dan sosialisasi prodi.


Peserta yang ikut dan mengisi acara pengabdian terdiri dari wakil-wakil dari delapan program studi yang ada di lingkungan FIB Unud, yaitu Prodi Sastra Indonesia, Sastra Bali, Jawa Kuna, Sastra Jepang, Sastra Inggris, Prodi Sejarah, Antropologi, dan Arkeologi. Hadir pula wakil dari Perpustakaan Lontar FIB Unud. Masing-masing prodi melaksanakan sosialisasi prodi dengan kegiatan yang menarik untuk para siswa.

 

Sosialisasi Prodi

Dekan FIB Unud Prof. Sutjiati dalam sambutannya menyampaikan terima kasih atas penerimaan dari SMAN 1 Semarapura untuk kerja sama pelaksanaan pengabdian. Selain merupakan bagian dari Tri Dharma Perguruan Tinggi, menurut Dekan FIB Prof Sutjiati, kegiatan pengabdian juga dimaksudkan untuk melaksanakan sosialisasi program studi yang ada di lingkungan FIB Unud.

 

Wakil dari Prodi Sastra Indonesia berbagi mengenai karya ilmiah.


Pada kesempatan itu, Dekan Prof. Sutjiati menyampaikan bahwa di FIB terdapat berbagai jurusan tempat generasi muda atau lulusan SMA bisa belajar bahasa dan budaya.

 

“Kami mempunyai Prodi Bahasa Bali, Prodi Sastra Jepang, Sastra Inggris, Sastra Indonesia. Di sini mahasiswa bisa belajar bahasa, sastra, dan budaya Bali, budaya Jepang, Inggris, dan juga Jawa Kuna,” ujar Prof. Sutji.

 

Civitas FIB Unud dan siswa semangat mengikuti program.


Dekan juga menyampaikan kekhasan pustaka lontar yang dimiliki FIB, tempat mahasiswa bisa mempelajari kekayaan warisan budaya, nilai kearifan lokal yang tertulis dalam pustaka lontar.

 

“FIB hadir untuk mendorong para siswa untuk mencapai prestasi akademik,” ujar Dekan Prof. Sutjiati.

 

Menurut Prof Sutjiati, selain mendapat pendidikan akademik, para mahasiswa juga mendapat pendidikan soft skill yang berupa pengetahuan kehidupan non-akademik yang membuat lulusan akan memiliki daya saing global.

 

Dosen Unud dan para siswa bersuka-cita berfoto usai kegiatan.


“Kami hadir di sini untuk berbagi bagaimana cara efektif belajar di perguruan tinggi. Wakil dari prodi akan memberikan hal terbaik untuk para siswa,” ujarnya.

 

Wujud Nyata Pengabdian

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Sekolah SMAN I Semarapura, I Putu Suardi, S.Pd.,M.Pd. mengucapkan terima kasih atas kedatangan civitas akademika FIB Unud ke SMAN I Semarapura untuk program pengabdian kepada masyarakat.

 

Dekan FIB Prof. Sutjiati menyerahkan kenang-kenangan kepada Plt Kepsek SMAN I Semarapura.


“Kegiatan ini merupakan wujud nyata pengabdian kepada masyarakat, di tengah kesibukan bapak dan ibu sekalian,” ujarnya.

 

Pelatihan akademik maupun non-akademik yang diberikan hari ini tentunya menjadi pengetahuan tambahan dan bisa digunakan ketika terjun ke masyarakat.

 

“Selain itu informasi mengenai program studi akan sangat bermanfaat bagi anak-anak kami kelas XII yang akan meneruskan ke jenjang perguruan tinggi,” ujar Putu Suardi.  

 

Diikuti hampir Seribu Siswa

Ketua Panitia Pengabdian FIB Unud, Dr. I Made Rajeg, M.Hum. mejelaskan bahwa kegiatan ini diikuti oleh 993 siswa kelas X, XI, dan XII SMA I Semarapura, dewan guru, para guru besar di lingkungan FIB, dosen, mahasiswa, dan pegawai di lingkungan FIB Unud.

 

Menurut Made Rajeg, alasan memilih salah satu SMA di Semarapura karena FIB bermaksud melakukan pengabdian dan sosialisasi secara bergilir dari satu kabupaten ke kabupaten-kabupaten di Bali.

 

Menulis aksara Bali.


“Kami sudah melakukannya di Denpasar dan Tabanan. Kali ini di Klungkung. Untuk pelaksanaan nanti akan dijajaki pelaksanaan di Bangli,” ujar Made Rajeg.

 

Made Rajeg menambahkan bahwa Plt kepala sekolah dan guru-guru menyambut kegiatan ini  dengan antusias karena semuanya dianggap bermanfaat bagi pengembangan dan pemeliharaan budaya.

 

Para siswa mengikuti pelatihan dan sosialisasi dengan tekun dan antusias. Kelas 12, khususnya, merasa bahwa informasi yang disajikan sangat bermanfaat untuk menentukan pilihan mereka kuliah di Universitas Udayana.

 

Memperkenalkan teknik public speaking.

 

Pelatihan-Pelatihan

Pelatihan-pelatihan keterampilan yang diberikan oleh dosen-dosen FIB Unud berlangsung serentak diberikan masing-masing prodi sesuai dengan kekhasan prodinya.

Prodi Sejarah memperkenalkan pengantar penelitian sejarah.


Prodi Sastra Indonesia memberikan pelatihan struktur kebahasaan karya ilmiah dan ceramah, Prodi Sastra Jawa Kuna mengajak para siswa untuk mawirama, Prodi Sastra Bali membimbing siswa menulis aksara Bali, Prodi Sastra Jepang memperkenalkan siswa dengan budaya Jepang melalui kegiatan menulis shodo dan membuat masakan khas Jepang sushi, Prodi Prodi Sastra Inggris mengajak siswa belajar melaksnakan public speaking (berbicara di depan umum).

 

Para siswa menunjukkan hasil pelajaran menulis Jepang.


Selain itu, Prodi Sejarah memberikan program pengantar penelitian sejarah, Prodi Arkeologi memperkenalkan siswa mengenai pelatihan pelestarian cagar budaya, dan Prodi Antropologi memperkenalkan siswa dengan pengantar penelitian budaya. Dari UPT Lontar FIB Unud, siswa diajak mengenal cara perawatan lontar.

 

Kegiatan pengabdian berlangsung lancar sampai tengah hari diwarnai penuh antusiasme dari para siswa dan civitas akademika FIB (Ida Ayu Laksmita Sari/ I Gede Gita Purnama).