Fakultas Ilmu Budaya Unud memenangkan hibah program pembelajaran Inovatif dari Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kemenristek Dikti RI pada tahun 2018. Sebagai salah satu rangkaian kegiatan, tim menyelenggarakan Lokakarya Pembelajaran Inovatif Mata Kuliah Manusia dan Kebudayaan Indonesia (MKI) pada hari Rabu, tanggal 7 November 2018 bertempat di Ruang Ir. Soekarno Gedung Poerbatjaraka FIB Unud. Acara ini mengundang dua pakar pembelajaran inovatif yaitu Dr. Linawati, M.Eng dari Fakultas Teknik dan I Dewa Made Bayu Atmaja Darmawan, S.Kom., M.Sc.Ce. dari Fakultas MIPA Universitas Udayana.  


  (Lokakarya dihadiri oleh Prof. Dr. Ni Luh Sutjiati Beratha, M.A., Prof. Dr. Ida Bagus Putra Yadnya, M.A., Dr. Linawati, M.Eng dan I Dewa Made Bayu Atmaja Darmawan, S.Kom., M.Sc.Ce., dok. I Made Dwi Novi Artawan)

 

Prof. Dr. Ida Bagus Putra Yadnya, M.A. selaku ketua panitia menyampaikan bahwa lokakarya ini merupakan rangkaian acara ketiga setelah tim melaksanakan sejumlah kegiatan seperti Bimtek dan Focus Group Disscussion yang dilakukan pada hari Selasa, tanggal 6 November tahun 2018 dengan mengundang sejumlah stakeholders dan narasumber dari Universitas Terbuka dan Stikom Bali. Kedepannya, masih ada tahap lanjutan berupa sosialisasi dan pelaporan sebagai bentuk pertang1gungjawaban akhir.


Guru Besar senior pada Prodi Sastra Inggris itu juga melaporkan bahwa peserta yang diundang dalam lokakarya ini adalah 8 orang perwakilan dosen dari masing-masing prodi di lingkungan FIB Unud, kecuali prodi Jawa Kuno yang mengirim 5 orang perwakilan karena kuantitas pengajar pada prodi tersebut memang sedikit. Melalui acara lokakarya ini, beliau berharap modul pembelajaran inovatif MKI dapat dijadikan sebagai sebagai suatu model untuk mata kuliah-mata kuliah potensial yang diampu oleh para dosen di lingkungan FIB Unud. Beliau juga berpesan agar dosen-dosen di FIB Unud semakin termotivasi untuk mengembangkan inovasi dalam pembelajaran sehingga terjadi akselerasi keilmuan untuk menjawab berbagai tantangan zaman.


Dekan Fakultas Ilmu Budaya sekaligus ketua tim penerima hibah Pembelajaran Inovatif Mata Kuliah Manusia dan Kebudayaan Indonesia dalam sambutannya menceritakan sekilas persiapan dan perjuangan dalam proses penyusunan proposal yang dilakukan di tengah-tengah hari libur. Dengan solidaritas dan kesuntukan tim yang terdiri atas Prof. Dr. Ni Luh Sutjiati Beratha, M.A., (ketua), I Gede Oenada, S.S., M.Hum., dan Ida Ayu Laksmita Sari, S.S., M.Hum., berturut-turut sebagai anggota serta Prof. Dr. Ida Bagus Putra Yadnya, M.A., sebagai reviewer proposal hibah pembelajaran inovatif MKI itu bisa diterima oleh Kemenristek Dikti.


Dekan perempuan pertama FIB Unud itu juga menjelaskan bahwa pembelajaran inovatif merupakan jawaban atas tantangan Revolusi Industri 4.0. sesuai dengan yang diwacanakan oleh Bapak Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi pada Dies Natalis Universitas Udayana baru-baru ini. Sistem pendidikan harus berubah dari institusional menjadi motivasional yang berprestasi, kreatif, dan berbudi pekerti. Literasi yang selama ini berbabis lisan, tulis, dan matematika. Sementara ke depannya diharapkan arah baru literasi mengacu pada data global, literasi teknologi, dan literasi manusia. Bertitik tolak dari hal itulah beliau berharap agar para dosen di lingkungan FIB Unud yang telah memiliki RPS, Power Point, dan yang lainnya agar segera dijadikan pembelajaran inovatif. Di akhir sambutannya, Prof. Sutjiati Beratha, menegaskan bahwa Rektor Universitas Udayana sangat mendukung program pendidikan jarak jauh yang sedang trend saat ini dengan mendirikan Klinik Pembelajaran Jarak Jauh.

 

  (Bapak I Dewa Made Bayu Atmaja Darmawan sedang presentasi, Prof. Dr. Ida Bahus Putra Yadnya menjadi moderator. Dok. I Made Dwi Novi Artawan)

 

Senada dengan Dekan FIB , kedua narasumber yaitu Dr. Linawati, M.Eng dan I Dewa Made Bayu Atmaja Darmawan juga menyatakan dalam materinya bahwa program pembelajaran inovatif berbasis e-learning menjadi solusi atas perkembangan dan kemajuan zaman saat ini. Pembelajaran berbasis e-learning bisa menjadi tumpuan harapan baru terutama bagi masyarakat Indonesia yang ada di wilayah-wilayah pelosok yang memiliki aneka keterbatasan. Dari sisi mahasiswa, sesungguhnya pembelajaran e-learning relevan diterapkan pada generasi saat ini yang sering disebut dengan Generasi Z atau generasi yang sejak kecil telah akrab dengan dunia digital. Dalam pemaparannya, kedua narasumber sepakat bahwa FIB memiliki keunggulan dari segi isi pembelajaran inovatif karena di fakultas ini nilai-nilai lokal, nasional, dan internasional terintegrasi. Dengan potensi itu,  pembelajaran inovatif mata kuliah Manusia dan Kebudayaan Indonesia yang telah dimenangkan ini diharapkan dapat menginspirasi fakultas lain di Universitas Udayana.

 

 PUTU EKA GUNA YASA