Manfaatkan Bahasa Inggris untuk Promosi Desa: Mahasiswa Sastra Inggris Unud Resmi Memulai Bina Desa di Senganan Kanginan
Pada hari Sabtu, 11 April 2026, tim Bina Desa Senganan Kanginan Universitas Udayana melaksanakan pembukaan Bina Desa Senganan Kanginan sebagai bagian dari program Kampus Berdampak Universitas Udayana. Bertempat di Wantilan Desa Senganan, Kabupaten Tabanan, kegiatan ini dihadiri oleh Dosen Pembimbing Lapangan, perwakilan Babinsa dan Bhabinkamtibnas Desa Senganan, Prajuru Adat Senganan Kanginan, perwakilan Bendesa Adat Senganan Kanginan, Kepala Wilayah Banjar Adat Senganan Kanginan, Sekretaris Desa Senganan, Ketua Presiki Darma Sentana Senganan Kanginan, dan Ketua Sekaa Truna Giri Kusuma.
Mengawali rangkaian pembukaan, I Kadek Dwi Widya Nugraha selaku Wakil Ketua Tim memaparkan bahwa menjelaskan bahwa Bina Desa merupakan bagian dari program Kampus Berdampak yang menjadi wadah bagi mahasiswa untuk berkolaborasi langsung dengan masyarakat dalam menggali serta mengangkat potensi desa yang belum terjamah secara optimal. Melalui program kerja yang telah dikurasi, tim Bina Desa Senganan Kanginan berkomitmen untuk mempromosikan keunikan dan keramah-tamahan Desa Senganan Kanginan ke kancah nasional maupun internasional.
Melanjutkan sambutan, Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) sekaligus Koordinator Program Studi Sastra Inggris Universitas Udayana, Dr. I Gusti Ngurah Parthama, S.S., M.Hum., secara resmi menyerahkan para mahasiswa untuk melaksanakan kegiatan Bina Desa di Desa Senganan Kanginan dari bulan April hingga Juni 2026. Beliau menjelaskan bahwa program ini merupakan bagian dari implementasi kurikulum yang memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk berkontribusi langsung kepada masyarakat melalui program kerja berbasis digital serta pendampingan pengajaran bahasa Inggris.
Sekretaris Desa Senganan mewakili Perbekel Desa Senganan, I Wayan Supartika menyoroti secara khusus latar belakang Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) dan mahasiswa Bina Desa yang berasal dari Program Studi Sastra Inggris Universitas Udayana. Beliau mendorong para mahasiswa untuk mengoptimalkan bidang keilmuan tersebut dengan menciptakan inovasi promosi potensi budaya dan adat desa menggunakan bahasa pengantar bahasa Inggris. Langkah ini ditekankan sebagai strategi yang sangat tepat untuk memperluas jangkauan promosi Desa Senganan Kanginan, terlebih karena lokasinya yang berdekatan dengan destinasi wisata Jatiluwih.
Mengakhiri sambutan, perwakilan Bendesa Desa Adat Senganan Kanginan menyampaikan ucapan selamat datang dan rasa bangga atas terpilihnya wilayah mereka sebagai lokasi pelaksanaan program Bina Desa pada tahun ini. Beliau memberikan apresiasi yang tinggi terhadap inisiatif para mahasiswa untuk terjun langsung dan membaur bersama warga setempat. Lebih lanjut, beliau menekankan bahwa kegiatan ini merupakan kesempatan yang sangat baik bagi para mahasiswa untuk mengimplementasikan serta mendedikasikan ilmu yang telah mereka peroleh di bangku perkuliahan agar dapat memberikan manfaat nyata di tengah masyarakat Desa Adat Senganan Kanginan.
Bina Desa Senganan Kanginan resmi dibuka dengan pemukulan gong oleh Sekretaris Desa Senganan yang mewakili Perbekel Desa Senganan. Mengakhiri pembukaan, I Kadek Dwi Widya Nugraha selaku Wakil Ketua Tim dan Ni Kadek Karista Denianti selaku Sekretaris Tim memaparkan program kerja Tim Bina Desa Senganan Kanginan, diantaranya E-Seng (English in Senganan), yaitu program pengajaran bahasa Inggris rutin mingguan bagi anak-anak tingkat SD dan SMP. Kedua, Senganan in Frame (SIF), yakni pembuatan film dokumenter yang menyoroti potensi sosial, budaya, dan ekonomi masyarakat setempat. Ketiga, pembuatan video profil desa guna meningkatkan visibilitas Desa Senganan Kanginan di media sosial. Terakhir, program pengadaan barang berupa peralatan kebersihan dan perlengkapan keagamaan untuk menunjang kebutuhan esensial desa.
Harapannya, pelaksanaan Bina Desa Senganan Kanginan mampu menjadi program yang keberlanjutan di masa mendatang dan mengimbau para mahasiswa untuk terus menjaga komunikasi serta koordinasi yang solid dengan perangkat kewilayahan, seperti Kepala Wilayah (Kawil) dan perwakilan desa adat, agar inisiatif ini dapat sukses dan menjadi percontohan bagi wilayah lain di Senganan.



UNIVERSITAS UDAYANA