Promotor Prof. Dr. I Nyoman Darma Putra,M.Litt. menyampaikan ucapan selamat kepada doktor baru Dr. Ida Ayu Laksmita Sari, S.Hum,M.Hum. usai ujian terbuka, Jumat, 25 Januari 2019.


Dosen sastra Jepang Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Unud, Ida Ayu Laksmita Sari, S.Hum, M.Hum. meraih gelar doktor dalam ujian terbuka, Jumat, 25 Januari 2019, di Ruang Ir. Soekarno, kampus FIB Sanglah Denpasar. Dia dinyatakan lulus sebagai doktor ke-53 di lingkungan Prodi Doktor (S3) Linguistik FIB Unud.


Dalam ujian tersebut, Dr. Ida Ayu Laksmita Sari, S.Hum,M.Hum. dinyatakan lulus dengan predikat 'sangat memuaskan'.

 

Doktor baru (kelima dari kiri) berfoto bersama Dekan FIB Prof. Dr. Ni Luh Sutjiati Beratha,M.A. (tengah) dan anggota dewan penguji.


Sidang ujian terbuka yang berlangsung sekitar dua jam itu dipimpin oleh Dekan FIB Prof. Dr. Ni Luh Sutjiati Beratha,M.A. Bertindak selaku anggota dewan penguji adalah Prof. Dr. I Nyoman Darma Putra, M.Litt. (promotor), Prof. Dr. I Nyoman Weda Kusuma, M.S. (kopromotor), Dr. I Wayan Suardiana,M.S. (kopromotor II), Prof. Dr. I Ketut Artawa.M.A., Prof. Dr. I Nyoman Suarka,M.Hum, Dr. Ida Bagus Rai Putra,M.Hum, Dr. Maria Matildis Banda,M.S., dan Dr. Ni Luh Putu Puspawati,M.Hum.

 

Kajian Komparatif

Ida Ayu Laksmita Sari dalam ujian tersebut mempertahankan disertasi berjudul “Kajian Komparatif Wacana Kearifan Lokal Cerita Rakyat Bali Aga dan Ainu Jepang”.

 

Dalam disertasinya, Laksmita Sari menyampaikan bahwa penelitiannya mengkaji secara komparatif wacana kearifan lokal dalam cerita rakyat masyarakat Bali Aga (khususnya Desa Sidatapa, Cempaga, Tigawasa, Pedawa, dan Banyuseri yang disingkat SCTPB) di Bali Utara dan masyarakat Ainu di Hokkaido, Jepang Utara..

 

Dr. Ida Ayu Laksmita Sari, S.Hum,M.Hum.


Alasan pemilihan subjek kajian komparatif wacana kearifan lokal Bali Aga dan Ainu Jepang adalah karena kedua masyarakat memiliki kesamaan sebagai penduduk asli (indigenous people) dan sama-sama memiliki kekayaan tradisi lisan yang kuat. Mereka juga sama-sama memiliki kepercayaan bahwa setiap benda memiliki spirit, seperti diketahui dalam ajaran animisme.

Tri Hita Karana

Dalam disertasinya, Ida Ayu Laksmita Sari menyampaikan empat temuan. Pertama, cerita rakyat Bali Aga dan Ainu Jepang mengandung nilai-nilai Tri Hita Karana, filosofi Hindu yang berarti tiga konsep penyebab kesejahteraan, yaitu parhyangan (hubungan harmonis manusia dengan Tuhan), pawongan (hubungan harmonis sesama manusia), dan palemahan (hubungan harmonis antara manusia dengan alam).

 

“Walaupun istilah filosofi Tri Hita Karana tidak dikenal di Ainu, tetapi cerita-cerita mereka mengandung banyak nilai-nilai yang serupa dengan ajaran Tri Hita Karana,” ujar Ida Ayu Laksmita Sari.

 

Hadirin saat ujian terbuka.


Sebagai contoh, dia menyebutkan bahwa cukup banyak cerita Ainu Jepang dan Bali Aga yang mengungkapkan wacana mengenai hubungan manusia dengan dewa atau kamui (‘dewa dalam bahasa Ainu’), banyak cerita yang melukiskan hubungan sesama manusia, dan antara manusia dengan alam, baik dalam narasi yang positif harmonis maupun negatif penuh konflik. Tujuannya adalah menyampaikan betapa pentingnya sikap dan hormat manusia kepada Tuhan atau kamui, pentingnya hubungan harmonis antara sesame dan alam.

 

Kedua, cerita-cerita rakyat Bali Aga dan Ainu Jepang ada yang menunjukkan alur yang kompleks (seperti sorot balik atau flash back) dan sudut pandang (point of view) narasi yang dinamis, dalam arti sudut pandang dan tokoh pencerita atau narator berubah atau berganti-ganti.

 

Ketiga, temuan teoretis berkaitan dengan kontribusi pokok bahasan baru untuk teori sastra bandingan. Selama ini, kajian sastra bandingan pada umumnya meneliti karya sastra berdasarkan tema, struktur, dan aspek sosial budaya teks, dalam penelitian ini ditemukan bahwa penting sekali untuk meneliti setidaknya tiga aspek lain dari teks dalam sastra bandingan, yaitu (a) bagaimana teks dijadikan media bagi masyarakat pemilik cerita untuk pemertahanan identitas budaya komunitas, (b) aspek teks yang menarasikan pengetahuan kehidupan yang dianggap penting dalam kehidupan sosial komunitas pemilik teks, dan (c) aspek waktu ketika teks tersebut direkonstruksi untuk melihat masuknya kosakata dan nuansa cerita yang sesuai dengan jiwa zaman saat teks cerita direkonstruksi atau diterbitkan dalam buku atau dialihwahanakan.

 

Keempat, cerita rakyat Bali Aga dan Ainu Jepang ada yang lebih tepat dikategorikan dengan mitabel, istilah kombinasi untuk cerita dewa-dewa yang bukan sepenuhnya mite dan cerita-cerita binatang yang bukan sepenuhnya fabel. Dengan kata lain, mitabel adalah cerita-cerita tentang dewa (mite) yang berisi tokoh binatang (fabel), atau cerita-cerita binatang (fabel) yang berisi tokoh-tokoh dewa (mite).

 

Pemberian ucapan selamat.


Agar Dikembangkan

Dalam sambutan singkatnya, promotor Prof. I Nyoman Darma Putra menyampaikan bahwa temuan tentang konsep mitabel menarik sekali. Untuk itu, dia menyarankan agar Dr. Ida Ayu Laksmita Sari melanjutkan penelitian dan disosialisasikan secara akademik lewat publikasi sehingga konsep tersebut semakin kuat dan dapat diterima secara umum.


Sambutan promotor, Prof. Darma Putra.


Prof. Darma juga menyampaikan banyak hal yang bisa diteliti lebih lanjut secara komparatif antara cerita rakyat Bali Aga dan Ainu Jepang, seperti bagaimana kedua cerita melukiskan ihwal gastronomi yaitu soal makanan, upacara, dan mata pencaharian penting masyarakat masing-masing (dp).