Fakultas Ilmu Budaya menyelenggarakan kembali Pemilihan Mahasiswa Berprestasi tahun 2020. Pemilihan Mahasiswa Berprestasi (Pilmapres) diselenggarakan pada Jumat, 14 Februari 2020, di ruang Rapat Guru Besar kampus setempat.


Pemilihan mahasiswa berprestasi ini merupakan ajang pemilihan mahasiswa berprestasi tingkat fakultas yang nantinya akan mewakili Fakultas Ilmu Budaya ke ajang Pilmapres di tingkat universitas. Peserta Pilmapres kali ini adalah 7 orang mahasiswa yang mewakili masing-masing program studi. Masing-masing peserta Pilmapres kali ini peserta wajib mempresentasikan karya tulis yang ditulisnya.




Ketujuh mahasiswa yang mengikuti ajang Pilmapres kali ini diantaranya adalah;


  1. I Putu Pandu Rahadigama dari Program Studi Sastra Inggris dengan karya tulis “Pendidikan Berkualitas Melalui Media Pembelajaran Alternatif English Town
  2. Wayan Kevin Galdiantara dari Program Studi Sastra Bali dengan karya tulis “ Satua Bali Sebagai Sarana Pendidikan Moral”
  3. En Nahl Al Atiqo Sanabila Irfana dari Program Studi Sastra Jepang dengan karya tulis “Strategi Pemerataan Pendidikan Kebencanaan Tanah Longsor Berbasis Digital Kepada Anak Usia Dini Di Bali”
  4. A. A. Ayu Isna Surya Dewi dari Program Studi Sastra Indonesia dengan karya tulis “Pengembangan Pendidikan di Desa-Desa Terpencil”
  5. Andry Hikari Damai dari Program Studi Arkeologi dengan karya tulis “Pemanfaatan Desa Tenganan Pegringsingan sebagai Objek Educotourism Berkelanjutan”
  6. Ni Made Lisa Purwanti dari Program Studi Sejarah dengan karya tulis “Pendidikan Berkualitas Melalui Pemanfaatan Folklor Sebagai Daya Tarik Belajar Sejarah Berbasis Situs Web Maricerita.com”.
  7. Noval Fariz Mutaqien dari Program Studi Antropologi Budaya “Membina Talenta Negeri (MENTARI): Sarana Pendidikan Berkualitas dalam Menggali Minat dan Bakat Siswa”.



Pilmapres kali ini menghadirkan tim penilai yang terdiri dari Drs. I Nyoman Sama, M.Hum., Rochtri Agung Bawono, S.S., M.Hum., Drs. I Ketut Ngurah Sulibra, M.Hum., dan A.A. Sg. Shanti Sari Dewi, S.S., M.Hum. Penilaian terhadap karya tulis dan cara pemaparannya menjadi salah satu komponen penilaian dalam Pilmapres ini.




Unsur-unsur kebaruan dan inovasi adalah inti dari karya tulis peserta Pilmapres yang sangat dituntut oleh tim penilai. Hal ini mengingat bahwa unsur inovasi dan kebaruan adalah tantangan perkembangan jaman saat ini. Maka mahasiswa FIB pun dituntut untuk mampu mengembangkan inovasi dan menghadirkan kebaruan pada bidang keilmuan yang ditekuni.






(gita)