Korprodi Sastra Indonesia FIB Unud Dr. I Ketut Sudewa mengikuti acara forum Prodi di Surakarta.


Forum Program Studi Sastra Indonesia (Forprossi) mengadakan pertemuan VI di Universitas Sebelas Maret Surakarta, 27—28 Agustus 2019 yang diselenggarakan di Hotel Said Jaya Surakarta.

 

Pertemuan tersebut dibuka oleh Wakil Rektor I Universitas Sebelas Maret Surakarta,  Prof. Dr. Ir. Ahmad Yunus, M.S. yang diikuti oleh 32 Program Studi Sastra Indonesia dari seluruh Indonesia. Di dalam pertemuan tersebut dibahas tentang  AD/ART; kurikulum dan hasil penelitian masing-masing program studi; kebijakan bidang pendidikan, akademik, dan tata kelola program studi; serta isu keilmuan dalam program studi  untuk menghadapi era 4.0 dengan nara sumber Prof. Dr. Faruk HT (UGM) dan Dr. Megawati Santosa (DIKTI).


Peserta pertemuan.

 

Wakil Rektor I Universitas Sebelas Maret Surakarta, Prof. Dr. Ir. Ahmad Yunus, M.S., dalam sambutannya mengatakan menyambut baik pelaksanaan Forprossi VI yang diadakan di Surakarta karena secara tidak langsung dapat mempromosikan Universitas Sebelas Maret dan Kota Surakarta dengan budaya yang ada di dalamnya ke seluruh Indonesia.

Wakil Rektor I juga berharap agar pertemuan Forprossi VI dapat menghasilkan dokumen dan rekomendasi kepada pemerintah (Dikti) yang dapat memperkuat ilmu-ilmu kebahasaan dan Kesastraan Indonesia di masa depan, khususnya pada era 4.0.

Sementara itu, ketua Forprossi Dr. Pujihato mengajak seluruh Program Studi Sastra Indonesia di Indonesia dan yang ada di luar negeri untuk meningkatkan komunikasi antarprodi dan secara berkala meninjau kurikulum masing-masing prodi agar lulusan bisa mengisi peluang kerja secara gobal karena zaman begitu cepatnya berkembang.



Suasana pertemuan.

Hasil Pertemuan Forprossi


Pertemuan Forprossi VI tersebut telah dihasilkan beberapa kesepakatan dan dokumen seperti berikut: (1) Pengesahan AD/ART Foprossi; (2) Draf CP program studi yang akan difinalisasi pada pertemuan berikutnya. (3) Kurikulum program studi harus lentur dan menyisipkan mata kuliah yang dapat menghasilkan lulusan yang memiliki kemampuan membangun ekonomi kreatif dalam bidang kebahasaan dan keasastraan Indonesia untuk mengisi era 4.0. Pertemuan berikutnya tahun 2020 diadakan di Medan Sunatra Utara (Sud).