Dari Kiri ke kanan: Ketua Panitia, Ni Putu Luhur Wedayanti, S.S.,M.Hum., Dekan FIB Unud Dr. Made Sri Satyawati, S.S.,M.Hum., dan Korprodi S-3 Linguistik Prof. Dr. Ketut Artawa,M.A.


Program Studi Magister dan Doktor Linguistik, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Udayana serta Asosiasi Peneliti Bahasa-Bahasa Lokal (APBL) menyelenggarakan seminar internasional yang bertajuk “International Seminar on Austronesian Languages and Literature IX (ISALL IX)”, Jumat 10 September 2021.


Seminar bertema “Microlinguistic and Macrolinguistic Studies on Austronesian Languages and Literature”.ini dilakukan secara hybrid, bertempat di ruang Ir. Soekarno kampus setempat dan juga dapat disaksikan di kanal youtube Udayana TV dengan link https://www.youtube.com/watch?v=AY2yPDRAMOA


Peserta seminar.


Ketua Panitia, Ni Putu Luhur Wedayanti, S.S.,M.Hum. dalam laporannya menjelaskan bahwa seminar kali ini diikuti oleh 125 pemakalah dengan jumah makalah sebanyak 92 makalah. Pemakalah yang hadir dari empat negara, yaitu Jerman, Jepang, China, dan Indonesia.

 

Pemakalah kunci pada seminar kali ini adalah Prof. Dr. Martin Haspelmath (Max Planck Institute for Evolutionary Anthropology) dengan makalah yang berjudul “Symmetrical Voice Languages: Rigorous Terminology and Language Universals”.



 Prof. Dr. Martin Haspelmath


Pemakalah utama ada tiga. Pertama, Prof. Asako Shiohara (Tokyo University of Foreign Studies) dengan judul “Reported Speech in Three Indonesian Languages: When and Why Does A Narrator Enact Dialogue?”.



 Prof. Asako Shiohara


Kedua, Dr. Made Sri Satyawati, S.S.,M.Hum. (Universitas Udayana) dengan makalah yang berjudul “Relasi Leksikon dalam Dinamika Daerah Bali dalam Pendekatan Ekosofi”.


Ketiga, Ms. Qin Weifen (Hefei University of Technology) yang berjudul “Transliteration of Indonesian Geographical Bames into Chinese”.



 Dr. Made Sri Satyawati, S.S.,M.Hum.




Ms. Qin Weifen


Dokumentasi dan Revitalisasi

 

Dekan FIB Unud, Dr. Made Sri Satyawati, S.S.,M.Hum. dalam sambutannya menyatakan bahwa semula tujuan diadakan seminar ini adalah untuk memberikan latihan kepada mahasiswa untuk mempresentasikan hasil penelitiannya di pertemuan ilmiah, akan tetapi dalam perjalanannnya seminar ini berkembang menjadi ajang temu linguis nasional dan internasional serta ajang temu alumni.

 

“Seminar ini juga dapat membuat catatan-catatan bahasa-bahasa yang membutuhkan dokumentasi dan revitalisasi. Sebagai media untuk mengetahui kondisi-kondisi bahasa-bahasa daerah kita khususnya bahasa daerah Austronesia maupun Nonaustronesia yang ada di Indonesia dan juga untuk mengetahui perkembangan ilmu linguistik dan meningkatkan mahasiswa dalam kajian linguistik,” jelas Dekan.

 

Kepedulian dalam Mempertahankan Bahasa

 

Acara dibuka secara resmi oleh Wakil Rektor I Unud, Prof. I Gede Rai Maya Temaja. WR I memberi apresiasi kepada FIB Unud yang telah menyelenggarakan seminar ini secara kontinyu. Universitas Udayana adalah leading university di Indonesia bagian timur dan sebagai contoh universitas lain dalam bidang edukasi dan community development.


Prof. I Gede Rai Maya Temaja.

 

“Tema yang diangkat kali ini menunjukkan kepedulian kita dalam mempertahankan bahasa Austronesia maupun Non Austronesia. Untuk Universitas Udayana yang memiliki misi untuk menjadi World Class University, kegiatan akademik seperti ini sangat penting dan terus ditingkatkan,” jelas WR I.

 

Secara keseluruhan seminar sesi utama dan sesi paralel berjalan dengan baik dan lancar (dm).