Program Studi Sastra Bali Fakultas Ilmu Budaya Unud mengadakan kegiatan bakti sosial pada, Senin, 11 Mei 2020, di Tempat Pembuangan Akhir Suwung. Kegiatan bakti sosial ini berupa pembagian kebutuhan pokok (sembako). Pembagian sembako ini juga bekerja sama dengan komunitas Basa Bali Wiki. Turut pula hadir dalam kegiatan bakti sosial ini Wakil Dekan II Fakultas Ilmu Budaya, Dr. Ni Made Suryati, M.Hum.


Kegiatan pembagian sembako ini menyasar pemulung yang sehari-hari bekerja mengumpulkan sampah di TPA Suwung. Jumlah sembako yang dibagikan sebanyak 75 paket sembako yang diperoleh dari dana sumbangan dosen-dosen di Prodi Sastra Bali. Pemulung menerima sembako adalah pemulung yang telah didata sebelumnya dan menerima kupon pembagian sembako.




Pemulung di TPA Suwung adalah masyarakat yang selama pendemi Covid-19 ini mengalami dampak sangat besar akibat melemahnya kegiatan ekonomi. Hal ini yang mendorong Prodi Sastra Bali untuk turut berbagi pada masyarakat yang bekerja sebagai pemulung.


Kordinator Program Studi Sastra Bali, Dr. I Wayan Suardiana, M.Hum. menyampaikan bahwa kegiatan ini adalah salah satu bentuk kepedulian Prodi Sastra Bali pada masyarakat. “Kita juga berusaha untuk meringankan beban saudara-saudara kita yang berprofesi sebagai pemulung. Ini juga bagian dari salah satu Tri Darma Perguruan Tinggi yaitu Pengabdian Kepada Masyarakat. Meski kami sadari jumlah yang dapat kami bagikan tidak banyak, namun kami harap ini akan mendapat sambutan dari pihak lain untuk turut bersama bergerak membantu saudara-saudara kita”, ungkap Dr. Suardiana.




Selama pendemi Covid-19, para pemulung di TPA Suwung mengaku sangat kesulitan dalam mengumpulkan rejeki. Kegiatan mereka mengumpulkan sampah dibatasi, juga hasil dari mereka mengumpulkan sampah tidak bisa dijual dengan harga yang layak, bahkan sering tidak diterima pengepul. Mereka mengakui bahwa dengan keadaan seperti ini, mereka sangat kesulitan dalam memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Mereka sangat bersyukur ada pihak-pihak yang mau berbagi untuk meringankan beban mereka memenuhi kebutuhan harian seperti kegiatan pembagian sembako ini.







(gita)