Kegiatan bersih-bersih di Pantai Kuta, Minggu, 6 Oktober 2019.


Prodi Sastra Jepang Fakultas Ilmu Budaya Unud bekerja sama dengan Kwansei Gakuin University, Jepang, melaksanakan kegiatan bersih-bersih di Pantai Kuta, Minggu, 6 Oktober 2019.



Kegiatan bertajuk ‘Bali Recycle Phase 2” ini diikuti sekitar 200 mahasiswa Prodi Sastra Jepang Unud, mahasiswa Kwansei Gakuin University dan anak sekolah SD-SMA. Acara pengabdian masyarakat ini merupakan yang kedua tahun ini, setelah yang pertama dilakukan tahun 2018.

Peserta bersih-bersih.


Acara ini pun mendapat dukungan dari Api Magazine.

Gerakan bersih-bersih di ruang publik di Bali seperti ‘clean up beach’, sudah sering dilaksanakan di Bali. Kegiatan cinta lingkungan ini merupakan hal baik karena sangat mendukung industri pariwisata.

Kantong sampah untuk pemilahan.


Namun, pemberitaan media massa masih lebih banyak mengabarkan berita tentang Bali yang banyak sampah daripada kegiatan bersih-bersih yang sudah mulai membudaya.



Untuk itulah, kegiatan bersih-bersih pantai ini dilakukan secara berkelanjutan.

Agar pantai bersih.



Kegiatan bersih-bersih dimulai pk. 07.00 pagi, berlangsung sekitar 3  jam, di Pantai Kuta tepatnya di depan Beach Walk ke arah Utara dan Selatan sekitar 1 km.


Anak-anak SD ikut acara bersih-bersih.



Menurut Korprodi Sastra Jepang Unud, Ngurah Indra Pradana, S.S.,M.Hum., acara bersih-bersih ini tidak saja bertujuan untuk membersihkan pantai dari kotoran, tetapi juga mengajarkan generasi muda dan masyarakat umum mengenai pengetahuan lingkungan (eco-knowledge).


Peserta bersih-bersih di Pantai Kuta.



Pengetahuan lingkungan itu meliputi komitmen mengurangi sampah, memisahkan sampah, dan melakukan mendaur ulang.



“Dengan memahami pengetahuan itu, masyarakat akan dapat menjaga kebersihan dengan baik,” ujar Korprodi Sastra Jepang FIB Unud.


Membiasakan anak-anak menjaga kebersihan, memilah sampah, mendaur ulang.



Acara serupa akan dilaksanakan lagi tahun depan dengan melipatkan lebih banyak peserta. Selain melakukan kegiatan sosial bersih-bersih, mahasiswa dari Jepang juga melakukan pengamatan mengenai pariwisata Bali (dm).