Seminar Nasional Bahasa Ibu kembali digelar pada tanggal 6 Februari hingga 7 Februari 2020. Seminar ini merupakan seminar tahunan yang diselenggarakan Program Magister dan Doktor Ilmu Linguistik Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana bekerja sama dengan Asosiasi Peneliti Bahasa Lokal (APBL). SNBI tahun ini merupakan tahun ke-12, dan diselenggarakan berkenaan dengan Peringatan Hari Bahasa Ibu Internasional, Bulan Bahasa Bali, dan HUT Kota Denpasar ke-232.


Pada tahun ke-12 ini, SNBI mengangkat tema “Dokumentasi dan Revitalisasi Bahasa Lokal sebagai Identitas Lokal di Dunia Global”. Seminar kali ini berlangsung semarak dengan total 131 makalah dari 142 pemakalah. Selain seminar, pada SNBI kali ini turut pula diselenggarakan Lokakarya Pekestarian Bahasa Lokal yang ke-2. Pemakalah dan peserta lokakarya hadir dari kalangan dosen, peneliti, mahasiswa, dan pemerhati bahasa dari berbagai wilayah di Indonesia. 


Dokumentasi dan Revitalisasi Bahasa Ibu




Ketua panitia SNBI ke-12, I Wayan Mulyawan, M.Hum. menyampaikan dalam laporannya, bahwa seminar kali ini bertujuan untuk melakukan dokumentasi dan revitalisasi bahasa lokal yang disesuaikan dengan perkembangan IT. “Memasuki era digital 5.1, bahasa lokal harus turut berkembang menyesuaikan keadaan ini. Usaha revitalisasi bahasa lokal adalah cara yang paling memungkinkan mengikuti arus perubahan jaman”, ungkap Mulyawan.


Mulyawan menambahkan bahwa mulai tahun ini, SNBI mencanangkan capaian luaran berupa prosiding  terindek Scopus bagi pemakalah yang makalahnya memenuhi standar dari penerbit. Lebih dari itu, SNBI kali ini juga turut mendukung gerakan keselamatan bumi dengan menerapkan paperless. Seluruh sistem dan kegiatan SNBI menggunakan  sistem daring melalui jaringan UCS Universitas Udayana.




Sementara itu Dekan FIB, Dr. Made Sri Satyawati, S.S., M.Hum., mengucapkan terimakasih kepada segenap panitia yang telah menyiapkan kegiatan seminar dengan sungguh-sungguh. Kepada Rektor Universitas Udayana, Pemkot Kota Denpasar, Balai Bahasa Jakarta, dan Balai Bahasa Bali secara khusus Satyawati mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya karena telah mendukung berlangsungnya kegiatan SNBI kali ini. “Kami sangat berterimakasih kepada segenap pihak atas segala dukungannya pada SNBI kali ini, ini menjadi satu langkah baik sinergi pemerintah dengan lembaga akademik dalam bersama-sama menjaga dan melestarikan bahasa ibu. Kita semua berharap agar bahasa ibu kita tetap eksis di tengah gempuran berbagai bahasa asing.”




Rektor Universitas Udayana, Prof. Dr. dr. A.A. Raka Sudewi, Sp. S (K) dalam sambutannya menyampaikan apresiasi yang sangat baik pada penyelenggaraan SNBI kali ini. “Usaha pelestarian dan revitalisasi bahasa lokal khususnya bahasa Bali sangat perlu dilakukan mengingat saat ini gerusan bahasa asing semakin kuat menerjang,” ungkap Raka Sudewi.


Raka Sudewi sangat mengapresiasi penyelenggaraan SNBI yang sudah dapat berjalan dengan mandiri tanpa pembiayaan dari Unud. Semua pembiayaan didapatkan dari pendaftaran peserta dan bekerjasama dengan stakeholder dan instansi terkait. Semoga ke depan semua kegiatan seminar di lingkungan Unud juga dapat mengikuti pola SNBI ini.


Dukungan Lembaga Pemerintah




SNBI ke-12 kali ini turut mendapatkan dukungan dari Pemerintah Kota Denpasar yang bersamaan pula menyambut hari jadinya ke-232.Sekretaris Daerah Kota Denpasar Drs. A.A. Ngurah Rai Iswara, M.Si. pada sambutannya menyampaikan apresiasi sebesar-besarnya karena Pemerintah Kota Denpasar turut dilibatkan dalam SNBI kali ini.


Rai Iswara menambahkan bahwa Kota Denpasar memiliki tanggung jawab yang besar untuk ikut berkontribusi menjaga kelestarian bahasa ibu, khususnya bahasa Bali.Bapak Walikota Denpasar sudah sejak empat tahun lalu membuat peraturan untuk menggunakan bahasa Bali pada hari-hari tertentu. Ini ssalah satu bentuk upaya Pemkot Denpasar berkontribusi dalam pelestarian bahasa Bali,” ungkap Rai Iswara.


Lebih lanjut Rai Iswara berjanji akan selalu berusaha mendukung setiap kegiatan kebudayaan yang diselenggarakan oleh FIB. Rai Iswara juga meminta kepada panitia SNBI tahun depan untuk bisa memanfaatkan gedung Dharma Negara Alaya sebagai tempat penyelenggaraan SNBI. Tahun depan, Rai Iswara juga berjanji meningkatkan bantuan pada kegiatan SNBI sehingga kegiatan ini dapat dibuat lebih semarak dan membawa dampak nyata bagi pelestarian bahasa ibu.




Pada kegiatan SNBI ke-12 kali ini juga dilakukan penandatanganan MoU antara Dekan Fakultas Ilmu Budaya dengan Ketua Balai Bahasa Bali terkait dengan kegiatan LPBI sebagai kegiatan rutin tahunan. MoU ini akan semakin meningkatkan sinergi lembaga pemerintah dengan lembaga akademik untuk melestarikan bahasa lokal.























(gita)