Dekan FIB Udud Prof. Dr. Ni Luh Sutjiati Beratha,M.A. menerima hasil evaluasi dari asesor didampingi oleh Korprodi Antropologi Dr. Ni Made Wiasti, M.Hum (Foto-foto Ida Ayu Laksmita Sari).

 

Prodi S1 Antropologi Budaya Fakultas Ilmu BUdaya (FIB) Universitas Udayana menerima visitasi asesor untuk Assemen Lapangan Reakreditasi, Kamis, 1 Agustus 2019 bertempat di Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana. Tim asesor BAN-PT yang hadir adalah Dr. Phil. Ichwan Azhari, M.S. (Universitas Negeri Medan) dan Prof. Dr. Hamka Naping, M.S. (Universitas Hasanuddin).

 

Acara Assemen Lapangan ini dibuka langsung oleh Rektor Universitas Udayana, Prof. Dr. dr. A.A. Raka Sudewi, Sp.S(K) dan dihadiri oleh Dekan Fakultas Ilmu Budaya, Prof. Dr. Ni Luh Sutjiati Beratha, M.A. beserta jajarannya, Ketua LP3M dan tim, Ketua LPPM dan tim, Ketua USDI, Ketua UPT Perpustakaan, Ketua Senat Fakultas, Para Guru besar di lingkungan FIB, Ketua Ikayana Komisariat Fakultas, Ketua Unit-unit di bawah Fakultas, Ketua Program Studi di lingkungan FIB, serta alumni dan pengguna lulusan.



Rektor Universitas Udayana, Prof. Dr. dr. A.A. Raka Sudewi, Sp.S(K)saat memberikan sambutan pada visitasi reakreditasi.

 

Rektor Unud Prof. Raka Sudewi dalam sambutannya mengucapkan selamat datang kepada tim assesor yang telah meluangkan waktunya di tengah kesibukan yang begitu padat.

 

“Akreditasi merupakan hal yang sangat penting karena mempunyai makna yang sangat strategis,” ujar Rektor Prof Raka Sudewi.

 

Beliau menyampaikan bahwa penilain akreditasi beberapa hal. Pertama, penilaian mencerminkan apakah Prodi Antropologi Budaya ini sudah melakukan proses pendidikan pembelajarannya sesuai dengan standar nasional pendidikan Kemenristek Dikti.


Suasana pembukaan acara visitasi reakreditasi.

 

Kedua, Prodi yang tidak terakreditasi atau lewat masa akreditasinya akan sangat beresiko bagi lulusannya di dalam mencari pekerjaan, misalnya saja untuk yang melamar menjadi ASN, atau pada institusi lainnya mensyaratkan pelamar harus lulus dari Prodi yang terakreditasi.

 

Ini adalah hari yang telah ditunggu-tunggu Prodi Antropologi Budaya dengan task force-nya yang telah mempersiapkan borang akreditasi dengan sebaik-baiknya.


Civitas akademika Unud menghadiri acara visitasi akreditasi.

 

“Namun dari kaca mata lain Bapak asesor-lah yang memotretnya, mungkin ada hal-hal yang masih kurang segera dilengkapi, sehingga penilaian kali ini mencerminkan data realistis yang telah dilakukan oleh Prodi Antropologi Budaya,” ujarnya.

 

“Saya harapkan proses penilaian ini dapat berjalan dengan baik dan lancar dan Koprodi Antropologi Budaya dapat menyampaikan dengan sebaik-baiknya apa yang telah dilakukan oleh Prodi Antropologi Budaya,” harap Prof Raka Sudewi.

 

Rektor juga menjelaskan Unit Sumber Daya Informasi yang dimiliki oleh Universitas Udayana terkemas dalam IMISSU, yaitu sistem yang terintegrasi yang saat ini telah memiliki sekitar 70 sistem aplikasi.

 

Sebagai contoh dengan sistem ini kita dapat mengetahui apa saja yang telah dilakukan oleh seorang dosen dalam satu semester. Contoh lainnya aplokasi yang terbaru adalah SIRAISA, semua surat diproses melalui sistem digital, dan masing-masing individu baik dosen maupun pegawai dapat send in melalui single login.  

 

Komitmen Bersama

 

Dekan dan jajarannya telah berkomitmen bahwa Prodi Antropologi Budaya FIB Unud harus mampu mendapat nilai maksimal atau terbaik pada rekreditasi kali ini, karena beberapa alasan. Pertama, karena induknya, yaitu Universitas Udayana pada IPT sudah terakreditasi A, dan bintang 3 pada QA star.


Kedua, sudah terdapat 3 Prodi di FIB unud yang mendapatkan nilai akreditasi A, yaitu Prodi Sastra Inggris, Sastra Jepang, dan Sejarah, serta satu Prodi S3 yaitu Ilmu Linguistik.


Rektor Unud, asesor, dan pimpinan FIB Unud dalam acara visitasi akreditasi.

 

“Kami sudah mempersiapkan diri dengan sebaik-baiknya, langkah-langkah yang kami lakukan meliputi penyiapan dokumen jauh-jauh hari, dokumen lengkap tentang manual mutu, kebijakan akademik, 25 standar akademik, lengkap dengan SOP dan formulir-formulirnya, pendampingan borang, pembacaan borang secara bersama-sama, dan lain sebagainya,” ujar Dekan Prof. Sutjiati Beratha.

 

“Kami mohon agar mendapat potret Antropologi Budaya yang cantik, sehingga pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi menjadi lebih berkualitas, sesuai dengan Visi, Misi pimpinan kami di Universitas Udayana karena saah satu tujuan akreditasi adalah mengevaluasi kerja Prodi baik secara kuantitatif dan kualitatif, di samping itu akreditasi sangat bermanfaat untuk para alumni dan juga pengguna,” tambahnya.


Asesor saat memberikan sambutan.

 

Potret Asesor

 

Asesor yang diwakili oleh Prof. Dr. Hamka Naping, M.S. (Universitas Hasanuddin) mengucapkan terima kasih atas penghargaan dan sambutan yang luar biasa oleh Universitas Udayana.   

 

Menurut Prof Hamka, pihaknya sudah melakukan penilaian prodi melalui borang yang dikirim melalui BAN PT. “Sesungguhnya kami sudah memotret secara sepihak tentang bagaimana sosok dan performa Program Studi Antropologi Budaya menurut apa yang tertulis di borang,” ujarnya.

 

“Kami sudah memberikan penilaian. Untuk memvalidasi akan apa yang terbaca melalui borang itu adalah sesuai dengan realitas dan kenyataan yang sebenarnya maka BAN PT menugaskan kami untuk melakukan assement lapangan,” ujarnya.


Suasana pembukaan acara visitasi reakreditasi.

 

Mendengarkan apa yang telah disampaikan oleh Ibu Dekan sebelumnya, bahwa sebenarnya FIB ini berada dalam jalan yang benar, hanya saja dapat saja terjadi kesalahan. Kadang-kadang apa yang dilakukan sudah benar mendapatkan nilai akreditasi rendah, kesalahan mengelaborasi laporan-laporan borang, kesalahan dalam mengarsipkan dokumen dalam melaksanakan kegiatan-kegiatan.

 

Acara penerimaan asesor untuk reakreditasi berlangsung lancar, diakhiri dengan penyampaian evaluasi untuk pengembangan prodi ke depan (dm)