Tsinghua Southeast Asia Centre UID Bali dan FIB Unud Siapkan Konferensi Internasional tentang Kearifan Lokal dan AI

Tsinghua Southeast Asia Centre UID Campus Bali bekerja sama dengan Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Udayana akan menyelenggarakan konferensi internasional bertajuk “Reimagining Intelligence: Indigenous Wisdom and the Future of Inclusive AI” pada 4 September 2026. Konferensi ini menjadi kelanjutan kolaborasi kedua lembaga dalam membahas hubungan antara kearifan lokal dan perkembangan kecerdasan buatan. Kegiatan tersebut juga akan menjadi bagian dari rangkaian perayaan Dies Natalis Universitas Udayana dan Dies Natalis Fakultas Ilmu Budaya yang diperingati pada akhir September.


Sebagai tahap awal persiapan konferensi, digelar Kick-Off Event of the 2nd International Conference on Indigenous Wisdom in the Contemporary World (CIWCW 2026) pada Jumat, 13 Maret 2026, di Tsinghua Southeast Asia Centre UID Campus Bali. Kegiatan berlangsung secara hibrida di Auditorium UID Bali Campus, Kura-Kura Special Economic Zone (SEZ), Serangan, serta melalui platform Zoom. Kick-off event ini diikuti oleh 113 peserta yang hadir secara langsung dan 128 peserta yang bergabung secara daring.


Mewakili Dekan FIB Universitas Udayana, Prof. Dr. I Nyoman Darma Putra, M.Litt., yang juga tergabung dalam Steering Committee konferensi, menjelaskan bahwa penyelenggaraan konferensi kedua ini merupakan respons atas antusiasme peserta pada kegiatan sebelumnya. Ia menyebutkan bahwa keberhasilan konferensi tahun lalu mendorong banyak pihak agar forum tersebut dilaksanakan secara berkelanjutan setiap tahun. Menurutnya, tema yang mengaitkan kearifan lokal dengan kecerdasan buatan memiliki relevansi tinggi di tengah arus globalisasi dan perkembangan teknologi yang sangat cepat. Dalam sambutannya, Academic Director Tsinghua Southeast Asia Center, Michael Tuori, menekankan pentingnya dialog global mengenai hubungan antara teknologi AI dan pengetahuan tradisional masyarakat. Ia menyampaikan bahwa forum ini bertujuan mempertemukan akademisi, pemegang pengetahuan lokal, pembuat kebijakan, serta praktisi teknologi untuk mendiskusikan bagaimana kearifan lokal dapat memperkaya pengembangan teknologi yang lebih etis, inklusif, dan berkelanjutan.


Kick-off event ini juga menghadirkan sejumlah pembicara dari dalam dan luar negeri, antara lain Prof. Thea Pitman dari University of Leeds, Karlina Octaviany dari program Fair Forward GIZ, Prof. I Ketut Ardhana dari Universitas Udayana, serta Dr. Dewa Made Sri Arsa dari AI Center Universitas Udayana. Selain diskusi panel dan sesi tanya jawab, kegiatan ini juga meluncurkan secara resmi Call for Papers dan Call for Partners serta dilanjutkan dengan sesi research matchmaking untuk mendorong kolaborasi penelitian menjelang konferensi utama pada September mendatang.