Workshop Belanja dan Busana Adat Bali Perkenalkan Budaya Lokal kepada Peserta Program BIPAS

Kegiatan Workshop on Shopping and Balinese Attire diselenggarakan pada Kamis, 12 Maret 2026, di Auditorium Kampus Nias. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian program BIPAS yang bertujuan memperkenalkan budaya Bali kepada para peserta melalui pengalaman langsung mengenai tradisi berpakaian serta praktik berbelanja di pasar tradisional. Workshop ini menjadi salah satu kegiatan wajib yang harus diikuti oleh seluruh peserta program.


Acara diawali pada pukul 09.00 WITA dengan sambutan pembuka dari Koordinator Program BIPAS, I Made Sena Darmasetiyawan, S.S., M.Hum., Ph.D. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya pemahaman budaya lokal bagi para peserta agar dapat mengenal lebih dekat kehidupan masyarakat Bali. Kegiatan ini juga dirancang sebagai pengalaman pembelajaran interaktif yang menggabungkan pengetahuan budaya dan praktik langsung di lapangan.


Sesi utama workshop disampaikan oleh Dr. Ni Ketut Sri Rahayuni, S.S., M.Hum. yang memberikan penjelasan mengenai busana tradisional Bali. Dalam pemaparannya, peserta diperkenalkan pada berbagai jenis pakaian adat Bali, fungsi setiap bagian busana, serta makna budaya yang terkandung di dalamnya. Pengetahuan ini menjadi dasar bagi peserta sebelum mereka mempraktikkan penggunaan busana adat tersebut. Selanjutnya, peserta memperoleh materi mengenai teknik tawar-menawar di pasar tradisional. Dalam sesi ini, Dr. Ni Ketut Sri Rahayuni, S.S., M.Hum. menjelaskan etika serta strategi negosiasi yang umum dilakukan masyarakat Bali saat berbelanja. Setelah menerima penjelasan, peserta diajak mempraktikkan langsung keterampilan tersebut melalui kegiatan belanja di Pasar Sanglah.


Kegiatan belanja berlangsung selama sekitar satu jam, di mana peserta dapat membeli berbagai perlengkapan yang diperlukan untuk busana tradisional Bali. Walaupun pembelian bersifat opsional, praktik tawar-menawar menjadi bagian penting dari pengalaman pembelajaran. Dalam kegiatan ini, beberapa mahasiswa lokal turut mendampingi peserta untuk memastikan kegiatan berjalan lancar dan seluruh peserta dapat mengikuti aktivitas dengan aman. Workshop kemudian dilanjutkan dengan praktik mengenakan busana tradisional Bali yang dipandu langsung oleh narasumber. Para peserta mempelajari cara memakai setiap bagian pakaian secara benar sesuai dengan tradisi setempat. Kegiatan ditutup dengan sambutan penutup dari Koordinator Program serta sesi foto bersama, sekaligus menandai berakhirnya workshop yang memberikan pengalaman budaya autentik bagi para peserta program.